RTG Travel dibangun untuk seluruh ekosistem pasar tradisional — pedagang, kuli panggul, sopir angkutan, kuliner keliling — yang penghasilannya harian, tapi mimpinya sejauh Tanah Suci. Bukan soal jual paket. Ini soal bantu Bapak/Ibu mulai nabung, sedikit demi sedikit, sampai berangkat.
Isi berapa yang biasa Bapak/Ibu bisa sisihkan dari hasil hari ini. Kami hitungkan kira-kira kapan cukup — supaya niat umroh gak cuma jadi angan-angan di ujung tahun.
Kebanyakan orang pasar mikir umroh itu buat yang "sudah mapan". Padahal yang kami lihat dari Pak Slamet, Bu Ratmi, sampai Pak Karto: yang penting mulai — walau cuma recehan tiap hari.
Gak perlu nunggu untung gede. Rp10.000–20.000 sehari, konsisten, jauh lebih kuat dari nabung besar tapi bolong-bolong.
Kayak buku resep jamu Mbok Painah yang ada catatan tabungan di halaman terakhir — dicatat, jadi nyata, jadi ada semangat lanjut.
Di @umrohorangpasar, Bapak/Ibu ketemu cerita saudagar lain yang juga lagi nabung — biar gak jalan sendirian.
Setiap konten di @umrohorangpasar dibangun dari 9 karakter tetap ini, biar ceritanya nyambung terus, bukan cerita ganti-ganti tiap hari.
Nabung recehan diam-diam demi umrohkan ibunya.
Niat umroh sejak suami tiada, hitung mundur di kalender coretan.
Luka sisik ikan yang ia sebut "tato rejeki", tahajud tiap subuh.
Gak perlu tunggu kaya. Gak perlu tunggu sempurna. Cukup mulai — dan kami temani lewat cerita, kalkulator, dan komunitas @umrohorangpasar.
DM @umrohorangpasar Sekarang